Pekerjaan Panjang Guru di Sukabumi Sambangi Siswa untuk Mengajar Saat Pandemi

–>

SuaraJabar. id – Virus Corona ataupun Covid-19 yang berubah menjadi pandemi sejak beberapa bulan terakhir, nyatanya membuat pendidikan di Indonesia “memaksa” mengubah metode pembelajaran.

Dari yang sebelumnya digelar tatap muka dalam bagian kelas, kini diubah menjadi penelaahan jarak jauh (PJJ) mengandalkan jaringan internet pun pembelajaran televisi.

Adaptasi metode pembelajaran tersebut, ternyata tak semulus dengan dibayangkan. Persoalan belum meratanya kanal jaringan komunikasi hingga alat hubungan yang mumpuni untuk belajar siswa menjadi persoalan.

Pengalaman itu yang dirasakan pengajar di SDN Cibeas Tempat Sangrawayang Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi.

Besar SDN Cibeas Nani Supartini mengaku, persoalan geografis dan kemudahan jaringan internet hingga alat komunikasi dengan mumpuni ternyata tak dirasakan bujang didiknya.

Nani mengemukakan, tidak setiap siswa-siswi memiliki gawai berupa ponsel akil. Pun jika ada, maka persoalan selanjutnya yang dihadapi adalah jaringan. Lantaran itu pula, Nani dan pengajar di sekolahnya berusaha menguras untuk tetap bisa mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai dengan amanah pada pembukaan UUD 1945.

“Makanya kita mengabulkan pembelajaran jarak jauh menggunakan luar jaringan. Dengan teknis tatap depan dilakukan, kunjungan dari guru cocok kelasnya masing-masing ke rumah peserta didik yang sebelumnya telah dikelompokan maksimal 5 orang per grup, ” ujarnya kepada Sukabumiupdate. com-jaringan Suara. com.

Langkah tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alternatif yang harus dilakoni pada tengah Pandemi Covid-19.

Sebelum memutuskan kejadian tersebut, ia melakukan pemetaan terlebih dahulu terhadap tempat tinggal siswa dan membentuk kelompok belajar (pokjar) untuk tiap kelas. Lalu, mengingat tidak semua siswa memiliki smartphone, maka lembar tugas menjadi solusi pemerataan hak siswa.

“Kita melakukan pendataan nomor smartphone siswa dan orang tua bagi yang memiliki, kemudian membuat grup WhatsApp sekolah, persekutuan WhatsApp kelas, dan grup itu berfungsi sebagai sumber informasi, konsultasi dan referensi. Tapi baik dengan punya smartphone atau yang tidak, semua mendapatkan lembar tugas yang sama, ” jelasnya.