Menteri Nadiem: Tak Boleh Ada Mahasiswa DO karena Pandemi Corona

–>

Suara. com – Menteri Pelajaran dan Kebudayaan Nadiem Makarim membuktikan bahwa pemerintah akan terus mempertimbangkan jalan terbaik bagi pendidikan di masa pandemi corona, dia tak ingin ada mahasiswa yang drop out karena efek pandemi virus corona.

Nadiem mengatakan, pandemi ini betul berdampak pada pendidikan, mulai dari adaptasi pembelajaran jarak jauh tenggat masalah orang tua mahasiswa yang ekonominya terdampak sehingga sulit membelanjai kuliah anak.

“Yang penting gak boleh tersedia yang drop-out, mahasiswa semuanya kudu terus sekolah, harus terus mampu mendapatkan pendidikannya dan tidak boleh ada yang sampai drop-out. itu yang jadi salah satu hal yang kita jaga bersama, ” kata Nadiem dalam Webinar Pentahelix UNESA bersama Mendikbud, Selasa (4/8/2020).

Sebab sebab itu, Nadiem telah melayani beberapa langkah strategis untuk membantu meringankan beban orang tua mahasiswa yang terdampak pandemi corona biar anaknya tetap bisa kuliah walaupun jarak jauh.

“Makanya kami sudah mengambil langkah pertama menambahkan sampai secara Rp 1 triliun bantuan UKT mahasiswa yang sudah kita kerahkan dan juga pelaksanaan relaksi pembalasan UKT untuk sekolah tinggi negeri, ” jelasnya.

Nadiem mengajak mahasiswa untuk menukar pola pikir dari korban terdampak pandemi menjadi agen perubahan agar beradaptasi dengan kondisi sulit, sebab kesehatan merupakan yang utama pra mulai belajar tatap muka di kampus lagi.

“Bayangkan negara ini semacam di-reset dengan pandemi covid tersebut, ini kesempatan semua mahasiswa kita yang keluar ke dunia pekerjaan bahkan yang masih di universitas, untuk mempertanyakan kepada dirinya apa yang akan saya lakukan buat bangsa ini dalam kesulitan tersebut, ” ucap Nadiem.

Diketahui, Kemendikbud telah mengatur mekanisme penyesuaian Uang Kuliah Sendiri (UKT) melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 25 tahun 2020 tentang Standar Dasar Biaya Operasional Pendidikan Tinggi di Perguruan Tinggi Negeri di Dunia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Nadiem membaca Permendikbud ini mengatur tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Simpanan Bantuan UKT mahasiswa, serta Sandaran Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan BOS Kinerja.

Permendikbud ini bertujuan menyerahkan keringanan UKT bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri yang menghadapi kendala finansial selama pandemi COVID-19.