Khayali Sambil Nyetir di Malaysia, Risikonya Penjara 10 Tahun

–>

Suara. com berantakan Malaysia mengetatkan susunan tentang berkendara dalam pengaruh alkohol dan obat-obatan.

Dilansir Anadolu Agency, kongres Malaysia menyetujui sanksi lebih berat bagi pengendara mabuk yang beruang di bawah pengaruh alkohol.

Hal tersebut diatur dalam UU Transportasi Darat tahun 2020 yang menggantikan Undang-Undang Transportasi Darat tahun 1987.

Dalam amandemen UU Transportasi Darat, pengemudi mabuk dengan terbukti bersalah akan dipenjara kurun 10 sampai 15 tahun & denda minimal RM50. 000 atau setara Rp175 juta. dan suntuk RM100. 000.

Selain itu, surat kerelaan mengemudi pelaku akan ditangguhkan selama 10 tahun.

Sebelumnya, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengusulkan amandemen undang-undang untuk memberikan hukuman yang lebih mengandung bagi pengemudi mabuk karena meningkatnya kasus kecelakaan di jalan umum.

“Amandemen ini diharapkan memberikan hukuman tetap lebih berat terkait pelanggaran dengan tidak hanya menimbulkan korban luka tapi juga jiwa, ” perkataan Muhyiddin, kutip Bernama.

Statistik polisi mengungkapkan ada 21 kecelakaan di jalan sundal akibat pengemudi mabuk selama lima bulan terakhir dan delapan objek di antaranya meninggal dunia.

Menurut Muhyiddin, catatan ini mengkhawatirkan karena angkanya hampir sama dengan jumlah peristiwa sepanjang 2019.

Berdasarkan undang-undang sebelumnya, pengendara mabuk minum dituntut berdasarkan Perkara 45A (1) Undang-Undang Transportasi Ustaz 1987 dengan denda antara RM1. 000 hingga RM6. 000 atau penjara hingga 12 bulan.

Sedangkan pengendara mabuk yang menyebabkan kematian bisa dikenakan hukuman berdasarkan Pasal 44 dari Undang-undang yang sama mematok 10 tahun penjara dan dam maksimal RM20. 000.