Pelajaran Ospek UI Dinilai Dukung Syahwat Bebas, PKS Melayangkan Protes

–>

Suara. com – Pimpinan Fraksi Partai Keadilan Sentosa (FPKS) MPR RI Al Muzammil Yusuf, mengkritik keras soal bahan ospek atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nusantara (UI).

Menurutnya, tersedia poin dari materi ospek tersebut yang dianggap mendukung seks lepas sehingga tidak sejalan dengan arah pendidikan bangsa.

Lewat akun Instagramnya, @almuzzammil. yusuf, ia menyoroti consensual sex yang penuh dikeluhkan oleh orangtua mahasiswa, Senin (14/09/2020).

“Seks secara persetujuan, yang dianggap tanpa kebengisan, dengan kesadaran dianggap itu bugar dan sah. Dengan consent sex Barat, maka itu bukan kekerasan (seksual). Saya kira ini tak patut diajarkan kepada mahasiswa di Indonesia, ” ungkapnya.

Al Muzammil menghamparkan, pendidikan seks yang digunakan UI untuk menekan pelecehan seksual sangat bertentangan dengan UUD 1945.

Tangkapan layar unggahan Al Muzzammil Yusuf di Instagramnya. (Instagram/@almuzzammil. yusuf)

“Substansi pendidikan itu keimanan, ketakwaan, akhlak syahdu. Dan itu ditegaskan kembali meniti Sisdiknas (UU Sistem Pendidikan Nasional), prinsip pendidikan diselenggarakan demokratis, berkeadilan, dan menjunjung tinggi nilai keagamaan, kultural, ” lanjutnya.

Dalam hal ini, aspek keagamaan harus berperan penting di seluruh jenjang pendidikan nasional mulai dari yang bawah had perguruan tinggi.

“Nilai keagamaan dan kultural jauh dari free sex dalam Barat. Rektorat UI harus memperjelas ini, ” sambung Al Muzammil.

Sebelumnya, Al Muzammil mengapresiasi langkah UI yang telah mencabut pakta kepribadian tentang larangan politik praktis, pembatasan berorganisasi, training pendidikan dan sebagainya.

“Karena itu memang tidak sesuai secara HAM, bertentangan dengan pasal 28 UUD, bertentangan dengan pasal HAM kita, ” paparnya.

Atas unggahan tersebut, ratusan komentar dari warganet langsung terjun ke akun Instagram Al Muzammil.

“Free sex sama consensual sex beda pak, ” kata pemilik akun @sayidabya** singkat.

“ITU. NGGA ADA BATAS, NGGA ADA PERLINDUNGAN TERHADAP JIWA VIKTIM, TAK ADA PERSETUJUAN. Abu pikir free sex itu karena kita diajarkan jangan sex sembarangan dan jangan sex tanpa persetujuan tok gitu aja? ” tulis @panda. her****

Sementara pemilik akun @diyana**** sejalan dengan Al Muzammil sehingga mendukung apa yang disuarakan politisi PKS itu.

“Jangan kasih kendor, mari kita kawal sekuat-kuatnya kawan-kawan mahasiswa ku, kepalkan tangan seraya gemakan takbir Allahu Akbar. ” tulisnya.