Menyelap Zona Merah, Kota Bandung Pertahankan AKB Diperketat

Petugas kepolisian bersama Satpol PP menutup bulevar Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/9/2020). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi]

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengungkapkan, PSMBK belum menjadi alternatif karena penyebaran virus corona di kota yang ia pimpin masih terkendali.

SuaraJabar. id – Pemerintah Kota Bandung belum mau mengambil langkah melaksanaan Pembatasan Sosial Beskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) meski sudah menyandang status daerah merah penyebaran Covid-19.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengungkapkan, PSMBK belum menjadi pilihan karena penyebaran virus corona di kota yang ia pimpin masih terkendali. Bersandarkan angka reproduksi penyebaran virus Corona masih di angka 0. 83.

Siasat tersebut diambil setelah dilakukan Rapat terbatas (Ratas) bersama Forkopimda Kota Bandung, di Pendopo, Rabu (7/10/2020). Namun pihaknya kata Oded, hendak meningkatkan pengawasan pada operasi yustisi.

“Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut, Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, yang terdiri sebab seluruh Forkompimda di Kota Bandung memutuskan tetap melaksanakan AKB Diperketat dengan lebih menguatkan pengawasan berdiam yustisi di semua titik pada Kota Bandung, ” katanya.

Oded mengutarakan, pihaknya akan memberlakukan PSBMK pada tingkat RT maupun RW dengan proporsional dengan melihat jumlah urusan konfirmasi positif di wilayah itu.
Namun, penerapan PSBMK mutakhir akan diterapkan jika ada permintaan dari kewilayahan setempat.

“Sampai saat tersebut belum ada permintaan untuk menerapkan PSBMK, ” ungkapnya.

Pihaknya juga belum akan mengeluarkan kebijakan terbaru menghantam penanggulan Covid-19 di Kota Bandung.

“Kami tidak akan mengeluarkan Perwal pertama. Perwal 37, 46, dan 52 tahun 2020 masih berlaku. Mengenai jika PSBMK diberlakukan, akan diatur dalam Keputusan Wali Kota, ” katanya.

Menurut data yang dimiliki oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, angka reproduksi Covid-19 per agenda 6 Oktober 2020 berada di angka 0, 83 (di bawah 1). Turun 0, 16 dari tanggal 24 September 2020 lalu.

“Ini artinya kasus Covid 19 di Kota Bandung sangat terkendali. Tetapi kami akan terus melakukan kegiatan tindakan pelacakan dari segi epidemologi, suveilans, dan peningkatan pelayanan kesehatan tubuh, ” ungkapnya.