Pengusaha Surabaya Dukung Pesangon PHK Mendarat, Buruh: Cari Enaknya Saja!

Ratusan demonstran yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) berunjuk rasa menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja di Kawasan Serang, Banten, Rabu (14/10/2020). [ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman]

Perusahaan seharusnya bisa mencicil. Menurunkan pesangon itu bukan satu-satunya solusi bagi buruh.

SuaraJatim. id – Undang-Undang (UU) Cipta Kerja mengatur ulang peristiwa pesangon karyawan yang terkena PHK. Hal ini tentu disambut molek para pengusaha di Kota Surabaya.

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, menjadi dalih mereka mendukung UNDANG-UNDANG Cipta Kerja disahkan. Seperti dikatakan General Manager Plaza Marina Surabaya, Franciska Maria Budiman.

“Di dalam kala Covid ini kita semua enggak ada kepastian, kalau sampai kongsi kita kena dampak, bisa apa. Mau dituntut sampai ke mana juga pengusahanya, ” katanya kepada SuaraJatim, Jumat (16/10/2020).

Franciska memahami pekerja tentu tidak akan mau pengurangan pesangon saat mengalami PHK. Tetapi dengan beleid baru nanti kongsi akan tetap bisa bertahan pada tengah masa pandemi seperti saat ini ini.

Pengusaha boleh saja heppy secara UU Cipta Kerja itu, akan tetapi tidak dengan sikap buruh. Persekutuan Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) tegas menolak adanya penurunan nilai pesangon bagi buruh yang terkena PHK.

Wakil Ketua DPW FSPMI Jawa Timur, Nurudin Hidayat menjelaskan dalih penolakan sebab beleid kontroversial itu salah satunya mengatur nilai pesangon yang turun.

“Tentu kita menolak. Tersebut sebabnya kenapa buruh hingga masa ini, melakukan aksi-aksi demonstrasi untuk menolak atau membatalkan UU Menjadikan Kerja yang telah disahkan itu, ” ujar Nurudin.

Kalau perusahaan berat dengan pesangon, Ia menjelaskan, perusahaan seharusnya bisa mencicil. Menurunkan pesangon itu bukan satu-satunya solusi bagi buruh.

“Berat dengan pesangon? Seharusnya pengusaha dapat menyiasatinya dengan mengikutkan pelaku ke dalam program DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), ya semacam mencicil uang pesangon untuk pekerjanya dari awal bekerja, ” katanya.

Masa ini perusahaan itu mencari enaknya saja. Melalui pemerintahan, para pengusaha ini berusaha merevisi peraturan.