Waspadai Lahar Dingin, Begini Kondisi Sabo Dam di Wilayah Lereng Merapi

Kondisi Sabo Dam dengan berada di salah satu deraian sungai yang berhulu dari Gunung Merapi, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (16/7/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Sabo dam yang tersedia di wilayah DIY tersebar pada Kali Krasak, Boyong, Kuning, Opak dan Gendol.

SuaraJogja. id – Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) memastikan suasana sabo dam Gunung Merapi pada keadaan baik. Kondisi ini berarti sabo dam yang tersedia bisa digunakan untuk menampung lahar tebal telinga ketika aktivitas Merapi semakin meningkat.

Keyakinan ini disampaikan langsung oleh Kabid Operasi dan Pemeliharaan BBWSSO, Pramono, kepada awak media, Kamis (19/11/2020). Dikatakan Pramono, hingga saat ini tercatat sudah ada sekitar 272 buah sabo dam Merapi yang tersebar di 15 sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

“Sabo tanggul yang ada di wilayah DIY tersebar di Kali Krasak, Boyong, Kuning, Opak dan Gendol. Seluruh sabo terpantau hingga saat ini masih dalam kondisi baik & dapat menampung lahar dingin, ” kata Pramono.

Selain di wilayah DIY, sabo dam lainnya tersebar selalu di beberapa kabupaten. Mulai lantaran Kabupaten Boyolali yang memiliki sabo dam di Kali Apu, lalu Kabupaten Magelang yang berada dalam Kali Pabelan, Senowo, Lamat, Trising, Putih, Bebeng dan Blongkeng.

Sementara sabo dam juga ada di Kabupaten Klaten yang tepatnya berada pada Kali Woro. Disebutkan Pramono, sebab total 272 buah sabo tanggul tersebut setidaknya jika diakumulasikan sanggup menampung sebesar 13, 9 juta meter kubik lahar dingin.

“Kalau ditotal sabo dam diberbagai lokasi itu setidaknya bisa menampung 13, 9 juta meter kubik lahar lega, ” ucapnya.

Jika melihat pengalaman erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 silam, sabo dam Kali Suci di Kabupaten Magelang yang memiliki kiriman banjir lahar dingin memutar banyak. Bahkan akibat banjir lahar dingin itu juga sempat menutup jalan Nasional Yogyakarta-Semarang.

Mengantisipasi hal sebentuk, BBWSSO pada 2015-2017 lalu sudah membangun pengarah aliran atau diversion channel Kali Putih. Terhitung maka sekarang, Kali Putih sudah dibangun sabo dam sejumlah 24 pokok.

“Terkait Kali Putih sudah ada 24 buah sabo dam, yang itu nantinya dapat mengendalikan lahar santai sebesar 956. 200 meter kubik, ” paparnya.

Ketika ditanya mengenai pedoman lahar dingin kali ini yang menuju Kali Gendol, pihaknya mengaku masih terus berkoordinasi dengan BPPTKG baik yang berada di pangkalan PGM Babadan dan pos PGM Kaliurang. Hal ini guna terus melihat perkembangan terkini dengan kemungkin yang mungkin terjadi ketika erupsi terjadi.

“Jumlah sabo dam di Kala Gendol ada 22 buah, dilengkapi juga dengan sand pocket yang dapat menampung sedimen 589 seperseribu meter kubik. Kalau untuk volume tampungannya bisa mencapai 1. 350. 000 meter kubik, ” katanya.