Enam Gangguan Psikologis Paling Sering Dialami Saat Pandemi, Apa Saja?

Suara. com – Selama pandemi Covid-19, bukan hanya kesehatan fisik yang terdampak, melainkan juga kesehatan tubuh mental. Psikolog Klinis, Veronica Adesla, mengatakan bahwa ada enam kekacauan psikologis tertinggi yang dialami kelompok selama pandemi Covid-19.

Enam gangguan ini antara lain hambatan belajar, keluhan stres, keluhan kecemasan, mood swing atau suasana hati yang berubah-ubah, gangguan kecemasan, dan keluhan somatis atau merasakan sakit pada awak tanpa diketahui penyebabnya medis.

“Data ini merupakan hasil dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia yang melakukan pendampingan mental gratis baik secara konsultasi online maupun offline saat masa pandemi, ” ujar Veronica dalam pernyataannya saat dihubungi Suara. com, Jumat (11/12/2020).

Menurutnya, kejenuhan atas situasi pandemi ini menjadi pemicu gangguan psikologis. Apalagi banyak hal diluar tradisi yang harus dijalani atau sebab kehilangan pekerjaan, sehingga hanya berharta di rumah saja.

Baca Juga: Pandemi Belum Habis, Satgas Covid-19 Cari 1. 000 Relawan Dokter serta Perawat

Ilustrasi depresi (Pixabay)
Ilustrasi kekacauan psikoligis.   (Pixabay)

“Mindset orang mengenai denyut seluruh kehidupan dipaksa harus tiba berubah karena pandemi ini. Situasi gangguan psikologis kemungkinan akan berlaku karena masalah ini, dan ini perlu segera ditangani dengan mendalam, jangan dibiarkan begitu saja, ” jelasnya.

Untuk mengatasinya, dia menyarankan umum untuk bisa mengontrol kesehatan mental dengan kembali lagi berdamai dengan Covid-19. Selain itu bisa selalu dengan merefleksikan diri, berolahraga dan juga memanfaatkan bermain bersama puak.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat buat mengurangi baca informasi tentang Covid-19 yang membuat cemas. Jika membaca, bacalah informasi dari sumber jalan yang memang bisa dipercaya, bukan hanya apa yang beredar lantaran media social.

“Kesehatan mental dan fisik mempunyai kesinambungan. Orang bisa sakit fisik saat mentalnya sedang terganggu, begitupun sebaliknya. Dan, ini akan berpengaruh terhadap hormon-hormon baik yang dibutuhkan tubuh, seperti hormon adrenalin, dopamine dan endorphine, ” tutur Veronica.

Baca Juga: Orang-orang Masih Takut Muncul Rumah, Ekonomi Jadi Tak Lega Bergerak